Contoh Sastra Kakawin

Written By Pak Daryono S.S on Thursday, November 29, 2012 | 2:06 AM

Contoh Sastra Kakawin

Buku/tulisan sastra lakon/cerita yang berbentuk tembang Kawi atau Kakawin, di antaranya ialah:

1. Kresnayana, karangan Empu Triguna.
Isinya meriwayatkan Kresna yang sebagai anak nakal sekali, tetapi dikasihi orang karena suka menolong dan mempunyai kesaktian yang luar biasa. Setelah dewasa ia menikah dengan Rukmini dengan jalan menculiknya.

2. GathotkacaƧraya, karangan Empu Panuluh
Isinya menceritakan peristiwa perkawinan Abimanyu dengan Siti Sundhari, yang hanya dapat dilangsungkan dengan bantuan sang Gathotkaca. Dalam kitab ini untuk yang pertama kali muncul tokoh-tokoh punakawan, seperti Jurudyah, Prasanta dan Punta sebagai pengiring Raden Abimanyu.

3. Arjuna Wiwaha, karangan Empu Kanwa
Isinya meriwayatkan Arjuna yang pertapa untuk mendapatkan senjata, guna keperluan perang melawan Korawa, kelak dalam Bharatayuda. Sebagai petapa Arjuna berhasil pula membasmi raksasa Nirwatakawaca yang menyerang Kahyangan. Sebagai hadiah, Arjuna boleh hidup di Indraloka beberapa lama. Kitab ini digubah oleh Empu Kanwa pada masa Airlangga raja di Jawa Timur dari sekitar tahun 941 – 946 saka (019 – 1042 Masehi).

4. Smaradahana, karangan Empu Darmadja
 Ketika batara Siwa sedang bertapa, seorang raja raksasa bernama Nilarudraka datang di Kahyangan untuk merusak Sorga. Sang Kamajaya disuruh oleh para dewa untuk menyusulnya. Sampai di tempat bertapa, Kamajaya berkali-kali membangunkan tapanya dengan berbagai cara, tetapi gagal. Dicoba dengan panah bunganya-pun gagal juga. Akhirnya dipanah pamungkasnya yaitu panah Pancawiyasa  yaitu sebuah panah yang bisa membangkitkan rasa rindu-dendam terhadap pendengaran dan persaan, penglihatan yang serba nikmat.
Seketika itu juga, Batara Siwa rindu terhadap isterinya Sang Batari Uma. Namun Batara Siwa marah karena tahu bahwa itu adalah ulah Kamajaya. Maka dari “mata-ketiga” Batara Siwa terpancarlah api menempuh dan membakar Kamajaya sehingga matilah Kamajaya. Batara Siwa melenjutkan perjalanan pulang ke Sorga. Sampai di Sorga bertemulah dengan permaisuri, kerinduan bisa lepas dan tersalur hingga sang Batari hamil.
Sementara Kama Ratih mencari sang suami yang mati terbakar, terlihat tangan Kamajaya bagaikan melambai-lambai, maka Ratih menggelebyur ke dalam nyala api (dahana mulat) hingga terbakar dan mati. Oleh Batara Siwa keduanya tidak dimaafkan, Kamajaya disuruh menyatu dengan tubuh setiap lelaki dan Batari Ratih harus menyatu pada tubuh setiap perempuan sampai sekarang. 
Dicerikan kehamilan sang Batari Uma telah sampai pada saat kelahirannya. Maka lahirlah seorang bayi (jabang-bayi) berkepala gajah. Ini akibat dari waktu hamil sang Uma terkejut melihat gajah yang dibawa oleh para dewa ketika pura-pura menjenguk Batara Siwa.  Bayi yang lahir itu diberi nama Batara Ganesa. Kehadiran raja raksasa Nilarudraka yang akan merusak sorga itu dapat dipukul mundur dan dibunuh oleh Ganesa.
Kitab Smaradahana juga menyebut nama raja Kediri Prabu Kameswara titisan Kamajaya yang ke-3. Parameswari Sri Kirana Ratu sebagai titisan Kama Ratih. Pemerintahan Kameswara ini terjadi pada tahun 1037 – 1052 Saka atau tahun 1115 – 1130 Masehi. 
Anda sedang membaca artikel tentang Contoh Sastra Kakawin dan anda bisa menemukan artikel Contoh Sastra Kakawin ini dengan url http://carajawa.blogspot.com/2012/11/contoh-sastra-kakawin.html, silahkan anda sebar luaskannya atau copy paste jika artikel Contoh Sastra Kakawin ini bermanfaat bagi anda dan teman-teman, mohon sertakan link Contoh Sastra Kakawin sebagai sumbernya.
Posted by: Daryono sarjana sastra Daryono sarjana sastra, Updated at: 2:06 AM

0 komentar:

Post a Comment